Bismillahirrohmannirrohim
Semakin mutakhir
zaman ini, para ahli semakin percaya jika unsur spiritual menjadi bagian
penting dari keberhasilan dan kebahagiaan hidup manusia. Aspek spiritual bahkan
diyakini menjadi salah satu jenis kecerdasan, hingga dikenal pula spiritual intelligence. Kita menyambut baik
berbagai model pendidikan rohani yang diciptakan manusia guna melapangkan jalan
menuju Tuhan. Kita patut berkaca pada pembawa risalah agama Islam, karena Nabi
Muhammad berabad-abad yang lalu telah menegakkan pendidikan spiritual ketika
orang-orang sekitar mencibirnya. Rasul berhasil menciptakan metode pendidikan
spiritual dengan sistem akselerasi atau percepatan, dengan mengkondisikan anak
didiknya agar segera sampai pada kebutuhan mereka terhadap tuhan.
Dengan kekuatan
spiritual, manusia akan tangguh mengarungi berbagai gelombang kehidupan. Sebab
dirinya telah memiliki pegangan Maha Tinggi dan tak akan karam oleh badai
apapun. Anak kecil juga manusia yang tentu membutuhkan kekuatan spiritual dan
tak mengherankan sedari dini mereka telah bertanya dan mencari siapa Tuhan yang
hakiki. Anak-anak haruslah dibimbing menuju Allah Swt. Pendidikan merupakan
jalan yang benar guna menuntun anak didik menemukan kekuatan spiritualnya.
Dalam khazanah
Islam, pendidikan dikenal dengan sebutan Tarbiyyah,
yang dalam bahasa Arab, Tarbiyyah
maupun Rabb berasal dari kata yang
sama, yaitu ra ba ya. Artinya
pendidikan yang super itu adalah menyertakan nilai-nilai ketuhanan dalam proses
belajar mengajar. Belajar tanpa kesadaran spiritual akan membuat pelajar
seperti mengejar fatamorgana di padang pasir. Mereka tidak akan sampai pada
pemahaman hakikat kehidupan. Lama-kelamaan mereka akan merassakan dirinya hanya
menjadi permainan kehidupan.
Salah satu rahasia
pendidikan supernya, Rasul tidak membuang umur murid di bangku sekolah
ssementara hasilnya minim atau malah nol. Untuk bekal spiritual, Rasul
melakukakn sistim Akselerasi atau percepatan, cukup dengan materi pertama
langsung menanamkan akar spiritual pada sanubari anak. Jalaludi Rakhmat
menerangkan, orangtua, guru dan sekolah dapat berfungsi sebagai mursyid (pembimbing rohani) yang dengan
telaten dan penuh kasih sayang membimbing muris-muridnya menyucikan batin,
membersihkan diri, dan kemudian melatih mengaktualkan sifat-sifat Tuhan dalam
dirinya.
Islam itu indah,
jika guru menampilkan diri dengan keindahan spiritula Islam, niscaya banyak
yang akan tertawan hatinya. Rasul melakukan pendekatan persahabatan, beliau
membangun keakraban dengan membuka percakapan intim, turut berteduh dari
teriknya matahari dan bersedia duduk bersama. Anak-anak lekas kagum dengan
sesuatu yang di luar kebiasaan, hal-hal yang tidak mampu diperbuat manusia
biasa.
Anak-anak adalah
manusia yang paling suka meniru. Oleh sebab itu jangan sembarangan memberi
mereka panutan. Para guru dan orang tua yang memberikan model terbaik terkait
kekuatan spiritual. Pelajaran yang disampaikan berupa cerita akan lebih cepat
diserap anak murid. Orang yang cerdas secara spiritual tidak memecahkan persoalan
hidup hanya secara rasional atau emosional saja. Ia menghubungkannya dengan
makna kehidupan secara spiritual. Kecerdasan spiritual hendaknya dilakukan pula
dengan metode Quantum (loncatan) dan
jangan linear (bertahap). Mereka akan
mampu mencapai tujuan kesempurnaan sebagi manusia dengan jalan spiritual,
seperti Rasul mendidik keimanan muridnya
hingga berkembang dahsyat.
Inilah puncak
pendidikan yang sesungguhnya. Mengantarkan seorang anak menuju kesempurnaannya.
Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu menjadikan muridnya menuju
puncak spiritual mereka sebgai manusia atau makhluk bertuhan.Banyak fakta
membuktikan, jika seorang anak mencapai puncak spiritual, atau tahap keimanan
yang tinggi maka tidak mustahil mereka dapat menjadi manusia yang dimuliakan
oleh Allah, dengan dimuliakan Allah maka manusia lainpun akan memuliakannya. Ketauladanan dan
pendidikan yang tepat dapat membantu terwujudnya manusia beriman bertakwa.
Seperti rasulullah yang menggabungkan teori dengan praktek. Memberi pengajaran
sambil mencontohnkannya. Sehingga sangat mudah ditiru, apalagi dengan sifat
anak yang sennag meniru.